Telpon selular

March 25, 2009 by iyepdago

Teknologi

Teknologi atau pertukangan memiliki lebih dari satu definisi. Salah satunya adalah pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Sebagai aktivitas manusia, teknologi mulai sebelum sains dan teknik. Kata teknologi sering menggambarkan penemuan dan alat yang menggunakan prinsip dan proses penemuan saintifik yang baru ditemukan. Akan tetapi, penemuan yang sangat lama seperti roda dapat disebut teknologi. Definisi lainnya (digunakan dalam ekonomi) adalah teknologi dilihat dari status pengetahuan kita yang sekarang dalam bagaimana menggabungkan sumber daya untuk memproduksi produk yang diinginkan( dan pengetahuan kita tentang apa yang bisa diproduksi). Oleh karena itu, kita dapat melihat perubahan teknologi pada saat pengetahuan teknik kita meningkat.

TELEPON SELULAR

Telepon seluler adalah sebuah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon fixed line yang konvensional namun dapat dibawa ke mana-mana (portabel) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel (nirkabel; wireless). Telepon seluler (ponsel) biasa juga dikenal dengan sebutan handphone (disingkat HP) atau telepon genggam.Munculnya telepon seluler diawali dengan didirikannya perusahaan Ericsson atau kini dikenal dengan Sony Ericsson oleh Lars Magnus Ericsson pada tahun 1910. Pada awalnya perusahaan ini memfokuskan diri terhadap bidang bisnis peralatan telegraf, namun saat ini Sony Ericsson dikenal sebagai salah satu produsen telepon seluler terbesar. Pada tahun 1921 pertama kalinya Departemen Kepolisian Detroit Michigan menggunakan telepon mobile yang terpasang di semua mobil polisi dengan menggunakan freuensi 2 MHz.Pada tahun 1945, diperkenalkan mobile phone “OG” yang kemampuan beroperasinya masih minim, yaitu tidak bisa mengganti frekuensi ketika pengguna berpindah dari satu jaringan ke jaringan lain. Pada tahun 1947, Bell Labs mengajukan konsep penggunaan jaringan hexagonal yang kemudian dikembangkan pada tahun 1960an. Namun pada periode perang dunia kedua atau sekitar tahun 1950an, jaringan telepon radio telepon telah digunakan oleh kalangan militer.  Pada tahun 1960, di Finlandia, berdiri sebuah perusahaan elejtronik “Nokia” sebagai handset telepon seluler. Perusahaan tersebut bernama Fennis Cable Works dan berbisnis di bidang kabel. Tahun 1969, sistem telekomunikasi seluler dikomersialkan. Setahun kemudian, Amos Joel of Bell Labs menemukan “call handoff” feature yang memungkinkan pengguna mobile phone melakukan percakapan secara mobile.Tiga tahun kemudian, tepatnya 3 April 1970, mengenalkan telepon seluler PERTAMA di dunia. Ponsel tersebut berukuran besar dengan bobot 800 gram dan dilengkapi dengan antena pendek. Dr Cooper, manajer proyek inovasi motorola pada waktu itu, bekerjasama dengan bell Labs memasang base station di New York dan kemudian melakukan komunikasi dua arah dengan menggunakan temuannya tersebut di depan umum. Itulah pertama kalinya publik melihat dan mengenal telepon seluler.Sampai akhir tahun 1980an, ukuran ponsel masih terlalu besar sehingga para penggunanya harus menginstall ponsel tersebut sebagai car phones. Namun dengan kemajuan teknologi, khususnya teknologi digital, ukuran ponsel menjadi jauh lebih kecil dan ringan sehingga mudah untuk dibawa-bawa (portable dan flexsibel)

Dampak Positif Telepon Selular Bagi Masyarakat

Majunya teknologi komunikasi memang membawakan dampak-dampak positif seperti kemudahan dan kelancaran dalam berkomunikasi—tidak perlu lagi merpati pos atau tukang pos untuk mengantar surat karena sudah ada telepon dan e-mail. Kemajuan teknologi, terutama teknologi komunikasi, juga mempengaruhi berbagai aspek, seperti ekonomi, politik, dan lain-lain.

Dampak Negatif Telepon Selular Bagi Masyarakat

Tetapi, bukan berarti tidak ada dampak negatifnya sama sekali. Makin majunya teknologi bisa mengakibatkan ketergantungan bagi para pemakainya (teori technological determinism).

Contoh :

1.berkurangnya sumber alam

2.rusaknya lingkungan

3.polusi yang di hasilkan

4.munculnya penyakit yang diakibatkan radiasi gelombang radio

5.limbah produks.dll..i

Dari ketergantungan maka manusia akan terlena pada suatu yang lebih penting bagi kehidupannya.Teknologi memang akan semakin maju dari hari ke hari. Inovasi-inovasi baru akan terus bermunculan, bahkan mungkin suatu hari nanti akan ditemukan alat atau sistem komunikasi baru berkat kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan. Keuntungan-keuntungan akan terus didapatkan oleh produsen maupun konsumen. Namun, tidak bisa dipungkiri, dampak-dampak negatif pun akan turut menyertai kebaikan-kebaikan tersebut. Sekarang kita hanya bisa bergantung pada diri sendiri, bisa atau tidak menghindari atau setidaknya meminimalisasikan keburukan-keburukan tersebut.

Solusi Untuk Mengurangi Dampak Negatif Bagi Masyarakat

Untuk mengurangi dampak negatif dan positif di masyarakat dari telepon selular maka perlu solusi untuk mencegah masyarakat kita supaya tidak terlalu tergantungnya pada teknologi(telepon selular).masyarakat perlu di berikan pendidikan/pengetahuan dari dampak terburuknya penggunaan telepon selular bagi kelangsungan hidupnya.

Misalnya adanya penyuluhan agar masyarakat jangan terlalu sering/terlalu lama menggunakannya karena telpon selular mengeluarkan dan menerima gelombang radio yang cukup besar yang dapat mengganggu system kerja dari otak kita. Yang pada akhirnya mengganggu kelangsungan hidup manusia itu sendiri baik dari segi moril maupun materil.

INTERNET (artikel 2)

February 13, 2009 by iyepdago


v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}

st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} a:link, span.MsoHyperlink {mso-style-unhide:no; color:blue; text-decoration:underline; text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed {mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; color:purple; mso-themecolor:followedhyperlink; text-decoration:underline; text-underline:single;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:1074427098; mso-list-template-ids:-2078880462;} @list l0:level1 {mso-level-text:%1; mso-level-tab-stop:.25in; mso-level-number-position:left; margin-left:.25in; text-indent:-.25in;} @list l0:level2 {mso-level-text:”%1\.%2″; mso-level-tab-stop:40.5pt; mso-level-number-position:left; margin-left:40.5pt; text-indent:-.25in;} @list l0:level3 {mso-level-text:”%1\.%2\.%3″; mso-level-tab-stop:.5in; mso-level-number-position:left; margin-left:.5in; text-indent:-.5in;} @list l0:level4 {mso-level-text:”%1\.%2\.%3\.%4″; mso-level-tab-stop:.5in; mso-level-number-position:left; margin-left:.5in; text-indent:-.5in;} @list l0:level5 {mso-level-text:”%1\.%2\.%3\.%4\.%5″; mso-level-tab-stop:.75in; mso-level-number-position:left; margin-left:.75in; text-indent:-.75in;} @list l0:level6 {mso-level-text:”%1\.%2\.%3\.%4\.%5\.%6″; mso-level-tab-stop:.75in; mso-level-number-position:left; margin-left:.75in; text-indent:-.75in;} @list l0:level7 {mso-level-text:”%1\.%2\.%3\.%4\.%5\.%6\.%7″; mso-level-tab-stop:1.0in; mso-level-number-position:left; margin-left:1.0in; text-indent:-1.0in;} @list l0:level8 {mso-level-text:”%1\.%2\.%3\.%4\.%5\.%6\.%7\.%8″; mso-level-tab-stop:1.0in; mso-level-number-position:left; margin-left:1.0in; text-indent:-1.0in;} @list l0:level9 {mso-level-text:”%1\.%2\.%3\.%4\.%5\.%6\.%7\.%8\.%9″; mso-level-tab-stop:1.25in; mso-level-number-position:left; margin-left:1.25in; text-indent:-1.25in;} @list l1 {mso-list-id:1765612082; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:1711841894 67698713 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1 {mso-level-number-format:alpha-lower; mso-level-tab-stop:.25in; mso-level-number-position:left; margin-left:.25in; text-indent:-.25in;} ol {margin-bottom:0in;} ul {margin-bottom:0in;} –>


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”,”serif”;}
table.MsoTableGrid
{mso-style-name:”Table Grid”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-unhide:no;
border:solid windowtext 1.0pt;
mso-border-alt:solid windowtext .5pt;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-border-insideh:.5pt solid windowtext;
mso-border-insidev:.5pt solid windowtext;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”,”serif”;}

1.1 Pengantar Jaringan Komputer

Jaringan komputer telah berkembang selama lebih dari 40 tahun, dan dalam kurun waktu tersebut fungsinya telah berubah dari sekedar alat percobaan di laboratorium menjadi suatu sistem yang digunakan oleh berjuta-juta orang setiap harinya.

Gambar 1.1 Jaringan Komputer (http://www.racerocks.com)

Jaringan komputer pertama bernama Arpanet, yang merupakan cikal bakal internet dimana jutaan orang diberbagai belahan dunia dapat mengakses untuk saling berkomunikasi, berbagi informasi dan mencari informasi dengan cepat dan sangat mudah tanpa dibatasi oleh waktu dan wilayah, dan semakin hari perkembangannya semakin meningkat.

1.2 Internet

Pada tahun 1963, RAND Coorporation membangun suatu jaringan yang menghubungkan semua tempat strategis di Amerika Serikat dengan UCLA sebagai pusat jaringannya. Pada tahun 1964 dikeluarkan proposal RAND yang intinya membentuk jaringan yang sifatnya tidak terpusat pada satu tempat dan tetap berfungsi sekalipun dalam keadaan hancur. Proposal ini diilhami oleh munculnya NET di awal tahun 1960-an. Pada tahun 1969 empat buah IMP (interface Message Processor) dikirimkan ke 4 perguruan tinggi yaitu, UCLA, SRI (standart research Institute), UCSB (University of California Santa Barbara) dan University of Utah. Jaringan ini kemudian disebut ARPANET yang kemudian hari hari berkembang menjadi internet seperti sekarang.

Sampai saat ini belum ada istilah/definisi yang cocok untuk mendefinisikan internet, alasannya adalah perbedaan makna antara dahulu, sekarang dan masa yang akan datang. Hal ini disebabkan kekomplekan yang ada pada internet serta perubahan yang terjadi setiap saat pada arsitekturnya serta cara pandang orang yang memiliki berbagai persepsi mengenai internet.

Secara umum internet merupakan suatu jaringan komputer yang terdiri dari berbagai macam ukuran jaringan komputer diseluruh dunia mulai dari sebuah PC, jaringan-jaringan lokal skala kecil, jaringan-jaringan skala menengah hingga jaringan-jaringan utama yang menjadi backbound internet.

Sebelum mengenal internet lebih jauh, ada baiknya kita mengetahui lebih dulu pengertian dari jaringan komputer. Jaringan komputer adalah suatu gabungan nberbagai peralatan komunikasi dan komputer yang dihubungkan satu sama lain lewat medium komunikasi secara elaktronik. Komunikasi dapat dengan menggunakan kabel untuk jenis LAN (Local Area Network) , sedang untuk cakupan wilayah yang lebih luas sperti WAN (Wide Area Network) dapat menggunakan saluran telepon, gelombang mikro maupun satelit.

Gambar 1.2 Local Area Network

(www.ppimk.or.id/produk/billing/)

Gambar 1.3 Wide Area Network

(www.angelfire.com/id/alfy/jar1.html)

Untuk dapat mengakses internet dibutuhkan perlengkapan yang disebut modem (modulation/demodulation) yang berfungsi sebagai pembawa signal dari tempat asal ketempat tujuan dengan menggunakan gelombang frekuansi tinggi. Mesin komputer yang terhubung ke jaringan di sebut node. Tempat pemakai jaringan berada disebut terminal.

Semua perlengkapan jaringan saling berkomunikasi lewat suatu aturan umum yang disebut protokol. Ada beberapa jenis protokol yang dapat yang digunakan di internet, namun yang paling umum adalah TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).

1.3 Perangkat Akses

Agar dapat terkoneksi ke jaringan internet, diperlukan beberapa perangkat tambahan selain komputer, diantaranya adalah :

a. Hardware

Modem : internal atau eksternal menghubungkan antara komputer dengan jalur komunikasi.

Saluran komunikasi : media yang digunakan untuk menerima atau mengirim data dari dan ke internet.

b. Software

Software untuk mengakses internet seperti web browser ( Internet Explorer, Mozilla, Netscape, Mosaic dll), software Email (Microsoft Outlook, pegasus mail), software pengirim/penerima data ( Cute FTP, BFTP dll)

c. Penyedia akses

Untuk dapat mengakses ke internet kita harus menggunakan suatu provider penyedia jasa internet (Centrin, Telkomnet Instan, Indonet, Wasantara dll).

1.4 DNS (Domain Name Sevice)

Setiap komputer yang terkoneksi ke jaringan TCP/IP didefinisikan melalui IP Address. Suatu nama (disebut host name) juga dapat diberikan ke setiap device yang memiliki IP Adrress. IP address terdiri dari 4 segmen, masing –masing segmen terdiri dari 3 digit angka.

Contoh : 167.205.xxx.xxx

200.169.xxx.xxx

Dimana xxx diisi dengan angka 0-255

Alamat inilah yang dipakai sebagai pengenal suatu perangkat yang terkoneksi ke internet. Apakah manusia dapat menghapal angka-angka tersebut ketika ia akan mengakses alamat-alamat yang ada di internet ? tentu saja tidak. Oleh karena itu manusia sebagai pengguna network memerlukan metode penamaan yang mudah diingat dan diketik dengan tepat dibandingkan harus mengingat dan mengetikkan IP Address suatu komputer.

Pada internet setiap mesin diberi nama informatif. Dengan melihat nama suatu mesin, minimal orang dapat membayangkan dimana mesin berada dan service apa yang diberikannya. Bentuk hostname yang dipakai pada internet mirip dengan IP Address yaitu terdiri dari segmen berupa tingkatan. Contoh hostname :

Dns.unikom.ac.id

If.unikom.ac.id

Dns.inkom.lipi.go.id

Arti dari nama dns.unikom.ac.id adalah suatu mesin yang diberi nama dns, fungsinya sebagai domain name server, mesin ini berada di UNIKOM, tergabung dalam domain ac (academic) dan berada di Indonesia (id). Sedang dns.inkom.lipi.go.id berada di LIPI Bandung tergabung dalam domain go (government) dan berada di Indonesia (id).

Top level domain yang dipakai pada internet adalah singkatan nama negara (geografis). Beberapa contoh top level ini adalah :

id

:

Indonesia

ca

:

Kanada

fr

:

Perancis

jp

:

Jepang

nl

:

Belanda

th

:

Thailand

au

:

Australia

uk

:

Inggris

Adapun level-level domain yang lainnya seperti :

go/gov

:

Lembaga pemerintah

net

:

Pensupport network

ac/edu

:

Lembaga pendidikan

org

:

Milik organisasi

co/com

:

Lembaga komersial

mil

:

Organisasi militer

1.5 Komponen Internet

Komponen-komponen yang ada dalam internet beranaeka ragam menurut sifat maupun manfaatnya. Komponen yang dimaksud bisa berupa layanan internet, piranti, utility atau suatu sistem tertentu di internet. Seiring perkembangannya maka komponen-komponen ini pun berubah-ubah jumlahnya setiap ssaat. Hanya saja terdapat 3 tiga komponen utama yang paling banyak dipakai yaitu, Telnet, FTP dan Mail.

Telnet


v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”,”serif”;}

Gambar 1.4 Telnet

FTP (File Transfer Protocol)

Digunakan untuk mengirim file/data (upload) ke suatu server atau mengambil file/data (download) dari server

Gambar 1.5 FTP Server

Mail

Digunakan untuk bekirim pesan/surat secara elekrtonik menggunakan komputer sehingga disebut Electronic Mail (E-mail)

Gambar 1.6 E-mail

PROTOKOL INTERNET (artikel 4)

February 13, 2009 by iyepdago

WiMAX (artikel 3)

February 13, 2009 by iyepdago


v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}
<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face {font-family:Verdana; panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1593833729 1073750107 16 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} a:link, span.MsoHyperlink {mso-style-unhide:no; color:blue; text-decoration:underline; text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed {mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; color:purple; mso-themecolor:followedhyperlink; text-decoration:underline; text-underline:single;} p {mso-style-unhide:no; mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0in; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0in; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:56.7pt 56.7pt 56.7pt 56.7pt; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Kupas Tuntas Standar WiMAX

Abstrak

Salah satu faktor terpenting dari sukses tidaknya sebuah teknologi adalah menyangkut standar sistem dari teknologi dimaksud. Sebagai contoh adalah teknologi seluler GSM (Global System for Mobile Communication). Dengan mengikuti standar GSM tersebut maka interoperability dari berbagai merk/vendor terjamin. Akhirnya tidak hanya vendor saja yang diuntungkan, operator dan user juga menikmatinya. Sebagai buktinya seluruh user GSM dapat melakukan roaming internasional. Lain halnya dengan teknologi yang bersifat proprietary, sebagai contoh WLL (Wireless Local Loop) merk Ultraphone. Maka dari BTS (Base Transceiver Station) sampai ke CPE (Customer Premises Equipment)-nya harus bermerk Ultraphone. Akibatnya fleksibilitasnya terhambat sehingga teknologi tersebut merugikan baik dilihat dari sisi operator maupun usernya. Akibatnya teknologi Ultraphone tidak terlalu berkembang.

Akhir-akhir ini di bidang teknologi Broadband Wireless Access (BWA) berkembang teknologi WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access). Teknologi ini merupakan pengembangan dari teknologi BWA sebelumnya. Fokus dari WiMAX adalah standardisasi sehingga diantara berbagai merk akan dapat saling ber-interoperability.

Standar WiMAX yang ada saat ini terbagi menjadi 2 kategori besar yaitu IEEE.802.16d (sering disebut 802.16-2004) dan IEEE 802.16e (sering disebut 802.16-2005). Keduanya sangat berbeda, dimana 802.16d diperuntukkan bagi segmen fixed dan nomadic sedangkan 802.16e bagi segmen portable dan mobile.

Standar WiMAX (802.16)

WiMAX merupakan standar Broadband Wireless Access (BWA) dengan kemampuan untuk menyalurkan data kecepatan tinggi (layaknya teknolodi xDSL pada jaringan wireline). Banyak kemampuan lebih yang ditawarkan oleh teknologi WiMAX dibanding teknologi sebelumnya seperti kemampuan diterapkan dalam kondisi NLOS (Non Line of Sight), aplikasinya baik untuk fixed, nomadix, portable maupun mobile.

Di IEEE sebenarnya telah ada working group yang khusus menangani dan mengembangkan WIMAX (802.16). Standar 802.16 ini difokuskan untuk mengatur spesifikasi sistem WiMAX di layer MAC (layer 2) dan PHY (layer 1).

Di ETSI (European Telecommunications Standard Institute) juga mengatur spesifikasi BWA yang setara dengan WiMAX yaitu ETSI BRAN HIPERACCESS. Standar ini mengatur spesifkasi fixed PMP (Point to Multipoint) BWA yang beroperasi pada band frekuensi 10 sampai dengan 66 GHz.

Pada tahun 2003, IEEE juga mengembangkan spesifikasi WiMAX dengan nama IEEE 802.16-2003 atau sering disebut 802.16a. Standar ini di ETSI dianalogikan dengan standar ETSI BRAN HiperMAN.

Secara sederhana perkembangan standar 802.16 dapat diuraikan sebagai berikut :

• 802.16

Standar ini mengatur pemanfaatan di band frekuensi 10–66GHz. Aplikasi yang mampu didukung baru sebatas dalam kondisi Line of Sight (LOS).

• 802.16a

Menggunakan frekuensi 2–11GHz, dapat digunakan untuk lingkungan Non Line of Sight. Standar ini difinalisasi pada Januari 2003.

Terdapat 3 spesifikasi pada physical layer di dalam 802.16a, yaitu :

- Wireless MAN-SC: menggunakan format modulasi single carrier.

- Wireless MAN-OFDM : menggunakan orthogonal frequency division multiplexing (OFDM) dengan 256 point Fast Fourier Transform (FFT). Modulasi ini bersifat mandatori untuk non licensed band.

- Wireless MAN-OFDMA : menggunakan orthogonal frequency division multiple access (OFDMA) dengan 2048 point FFT.

• 802.16d

Merupakan standar yang berbasis 802.16 dan 802.16a dengan beberapa perbaikan. 802.16d, juga dikenal sebagai 802.16-2004. Frekuensi yang digunakan sampai 11 GHz. Standar ini telah difinalisasi pada 24 Juni 2004. Terdapat dua opsi dalam tranmisi pada 802.16d yaitu TDD (Time Division Duplex) maupun FDD (Frequency Division Duplex).

• 802.16e

Standar ini memenuhi kapabilitas untuk aplikasi portability dan mobility. Standar ini telah difinalisasi di akhir tahun 2005. Berbeda dengan standar sebelumnya, maka antara standar 802.16d dan 802.16e tidak bisa dilakukan interoperability sehingga diperlukan hardware tambahan bila akan mengoperasikan 802.16e.

Sampai saat ini, Standar WiMAX yang dikenal adalah 2 tipe standar yaitu 802.16d (802.16-2004) untuk aplikasi fixed dan nomadic dan standar 802.16e (802.16-2005) untuk aplikasi portable dan mobile.

WiMAX Forum

WiMAX Forum merupakan organisasi non-profit yang dibentuk untuk mempromosikan dan mensertifikasi aspek compatibility dan interoperability dari teknologi/produk Broadband Wireless yang menggunakan standar IEEE.802.16 dan ETSI HiperMAN (spesifikasi wireless MAN). Forum bertujuan untuk mengakselerasi dan mengenalkan device ke pasar. Produk yang telah mendapat sertifikasi forum WiMAX (WiMAX Forum Certified™) dijamin dapat interoperability dan compatibility yang mendukung untuk aplikasi fixed, nomadic, portable maupun mobile.

Anggota WiMAX Forum terdiri dari manufaktur komponen, semi konduktor maupun sistem wireless, service provider, network operator dan organisasi ekosistem.

WiMAX Forum membuat sistem profile yang mengatur beberapa fitur yang bersifat optional maupun mandatori namun tetap dapat memperhatikan aspek interoperability. Disamping sistem profile ini, WiMAX Forum juga menyusun spesifikasi test dan conformance serta memilih laboratorium yang bersifat independent untuk melakukan test conformance terhadap perangkat WiMAX. Sistem WiMAX yang lolos dalam test conformance ini akan memperoleh label “WiMAX Certified” yang berarti sistem ini memenuhi standard interoperability.

Pada bulan Januari 2005, WiMAX Forum telah menetapkan Cetecom di Spanyol sebagai laboratorium independen yang akan melakukan pengetesan perangkat WiMAX. Pengetesan sistem WiMAX ini telah dimulai pada bulan Nopember 2005.

Beberapa parameter yang didefinisikan oleh WiMAX forum adalah sebagai berikut :

Spectrum band

Menyangkut frekuensi operasi yang digunakan oleh WiMAX.

Duplexing

Dua opsi yang memungkinkan adalah Time Division Duplex (TDD) dengan tanpa pasangan dan Frequency Division Duplex (FDD). FDD mensyaratkan frekuensi yang berpasangan (2 channel/cariier), Satu untuk uplink dan channel lain untuk downlink. Pada TDD trafik menduduki satu channel, uplink dan downlink trafik dibedakan dari time slots-nya.

Channel bandwidth (carrier spacing)

Channel bandwidth biasanya disebut dengan lebarnya spasi frekuensi. Besarnya spasi tersebut tidak tergantung dari frekuensi operasi namun berdasarkan alokasi yang telah diatur oleh regulator. Inisial spasi frekuensi untuk WiMAX sebesar 3,5 MHz dan 7 MHz. Semakin lebar spasi fekuensinya, maka akan semakin besar data rate yang mampu diberikan.

• Standar IEEE

Profil 802.16-2004 memanfaatkan OFDM dengan jumlah carrier 256 dan profil 802.16e menggunakan SOFDMA.

802.16d (802.16-2004)

Seperti diuraikan di atas bahwa standar 802.16d diperuntukkan bagi layanan yang bersifat fixed maupun nomadic. Standar ini berbasis pada 802.16-2004 versi IEEE 802.16 dan standar ETSI HiperMAN. Sistem ini menggunakan Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) dan mendukung untuk kondisi lingkungan Line of Sight (LOS) and Non Line of Sight (NLOS). Beberapa vendor telah dan sedang mengembangkan CPE baik yang bersifat indoor maupun outdoor dan untuk laptop (card PCMCIA). Produk akan beroperasi pada band frekuensi 3,5 GHz dan 5,8 GHz. Sertifikasi produk pertama kali telah dilakukan di akhir tahun 2005.

Profile dari standar 802.16d tersebut (terkait dengan frekuensi operasi dan besarnya bandwidth) dapat dilihat seperti tabel berikut :

Tabel 1. Sertifikasi Profile WiMAX berbasis 802.16-2004

802.16e

Standar WiMAX 802.16e mendukung untuk aplikasi portable dan mobile sehingga dikondisikan mampu hand-off dan roaming. Sistem ini menggunakan teknik Scalable Orthogonal Frequency Division Multiplexing Access (SOFDMA), teknik modulasi multi-carrier yang menggunakan sub-channelisasi.

Bagi service provider, standar 802.16e juga bisa dimanfaatkan untuk mengcover pelanggan yang bersifat fixed (tetap). Kandidat terbesar pemanfaatan frekuensi 802.16e pada band frekuensi 2,3 GHz dan 2,5 GHz.

Perbandingan 802.16d ke 80216e

Dengan telah diuraikannya perbandingan standar WiMAX untuk 802.16d dan 802.16e, maka tabel berikut dapat dijadikan sebagai acuan sebagai guidance awal dalam membandingkan kedua standar.

Beberapa perbandingan karakteristik diantara keduanya adalah sebagai berikut :

Tabel 2. Perbandingan Standar WiMAX

Sedangkan bila dilihat dari tipe aksesnya, maka dapat dibandingkan seperti tabel berikut :

Tabel 3. Perbandingan Tipe Akses WiMAX

Dalam menentukan standar yang mana (802.16-2004 dan 802.16e) yang akan digunakan, maka berikut merupakan item yang perlu mendapat perhatian dalam mengambil keputusan:

§ Target market

Bila operator akan meng-cover pelanggan bisnis dan residensial dengan kondisi hampir seluruhnya di daerah LOS (Line of Sight), maka CPE dengan antenna outdoor akan menghasilkan performansi/throughput yang bagus. Dengan kondisi seperti itu standar 802.16d cukup sesuai. Lain halnya bila operator akan menyasar pelanggan dengan kondisi NLOS (Non Line of Sight) dan mensyaratkan mobile, maka standar 802.16e lebih sesuai dibanding dengan standar 802.16d.

§ Spektrum/Frekuensi

Bila WiMAX forum mengembangkan profile WiMAX yang baru dimana antara standar 802.16d dan 802.16e beroperasi dalam band frekuensi yang sama, maka operator akan lebih mudah menentukan suatu teknologi.

Dengan kondisi ini maka peluang 802.16e lebih besar dibanding 802.16d karena dapat dioperasikan untuk pelanggan fixed dan nomadic dan sangat tahan terhadap kondisi multipath dan interference serta NLOS.

§ Regulasi

Regulasi biasanya terkait dengan pemanfaatan frekuensi. Antara Negara satu dengan negara lainnya tentunya mempunyai karakteristik yang berbeda dalam penerapan teknologi WiMAX. Seperti diketahui untuk frekuensi WiMAX 3,5 GHz di negara Eropa relatif tidak bermasalah, namun bagi Indonesia spektrum tersebut telah dipakai oleh operator satelit (band extended-C). Dengan demikian regulator, dalam hal ini Ditjen Postel, tidak mengijinkan frekuensi dimaksud.

Dengan kondisi tersebut pemanfaatan WiMAX di Indonesia agak terlambat bila dibanding negara lain

§ Timeline.

Munculnya teknlogi WiMAX baru-baru ini dimana pertama kali tersedia di frekuensi 3,5 GHz akan mempengaruhi peluang bagi operator untuk mengoperasikannya.

Migrasi Menuju 802.16e

WiMAX forum sangat berkomitmen untuk mendukung migrasi ke jaringan untuk aplikasi portable maupun mobile. Operator yang berkeinginan untuk memberikan layanan secara smooth dan secara ekonomis (effective cost) maka migrasi dari 802.16-2004 ke 802.16e dapat dilakukan dengan beberapa opsi yaitu :

§ Jaringan Overlay

Dalam situasi dimana operator menginginkan menyisir fixed sampai ke mobile, maka overlay antara jaringan 802.16e dan 802.16d dapat dilakukan dengan syarat operator dimaksud telah memiliki license untuk kedua teknologi dimaksud.

Dengan beroperasinya kedua teknologi secara overlay, maka operator dapat memberikan layanan yang beragam. Bagi pengguna dipersyaratkan untuk memiliki dua mode CPE yaitu yang compatible dengan 802.16d dan 802.16e.

§ CPE Dual-mode

Operator yang meninginkan pindah ke layanan 802.16e dapat melakukan implementasi dengan dua mode CPE yang mendukung 802.16d dan 802.16e. Pada awalnya operator menggelar BTS 802.16d beserta CPEnya, tetapi bila produk 802.16e telah muncul maka mulai mengenalkan CPE dobel mode. Ketika semua pelanggan telah mempunyai dua tipe CPE, maka operator siap mengganti jaringan 802.16-2004(d) dengan base station 802.16e dan secara otomatis CPE dapat berpindah ke 802.16e.

§ Upgrade Software/hardware base station

Solusi ini dapat dijadikan sebagai penghubung antara dua tipe CPE (802.16d dan 802.16e). Base station (BTS) 802.16d dilakukan upgrade software agar mendukung 802.16e. Namun demikian menurut informasi beberapa vendor upgrade secara software tidak bisa dilakukan. Solusinya vendor menyediakan BTS dengan system modular. Tiap BTS terdiri dari 6 modul yang bisa dipakai untuk modul 802.16d atau 802.16e. Dengan demikian dalam satu lokasi BTS dapat mempunyai dua tipe carrier yaitu yang berbasis pada 802.16d dan 802.16e.

§ Dual-mode base stations

Ketika CPE hanya mendukung untuk satu mode/tipe dan operator merencakan migrasi secara gradual maka dilakukan dengan cara menginstal tipe BTS WiMAX dual mode yaitu 802.16d dan 802.16e. Dengan cara ini apapun tipe CPE yang ada di pelanggan akan langsung bisa terhubung ke BTS WiMAX. Solusi ini sama dengan pada teknologi GSM (Global System for Mobile Communication) dimana operator menyediakan 2 tipe frekuensi baik di 900 MHz maupun 1800 MHz. Dengan demikian model CPE apapun yang ada di pelanggan baik frekuensi 900 MHz atapun hanya 1800 Mz dapat terhubung ke jaringan operator GSM.

Kesimpulan

Kesimpulan yang bisa diperoleh dari uraian di atas adalah sebagai berikut:

- WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah standard-based technology yang memungkinkan penyaluran akses broadband melalui penggunaan wireless sebagai alternatif kabel dan DSL.

- Secara umum standar WiMAX terdiri dari 2 (dua) yaitu 802.16d untuk pelanggan fixed dan nomadic dan standar 802.16e untuk pelanggan portable dan mobile.

- WiMAX merupakan sistem Broadband Wireless Access (BWA) yang memiliki kemampuan interoperability antar perangkat yang berbeda dan dapat dioperasikan untuk kondisi LOS maupun NLOS.

- Dalam perkembangannya teknologi WiMAX didukung oleh dua badan standarisasi dunia yaitu ETSI dan IEEE. ETSI menyebut WiMAX sebagai BWA HIPERMAN, sementara pada standard IEEE WiMAX dikenal dengan IEEE 802.16 MAN.

Gunadi Dwi Hantoro, bekerja di lab wireless TELKOMRisTI. Saat ini ia sedang terlibat dalam mengembangkan/riset teknologi WiMAX terkait dengan standar, aplikasi dan konvergensi dengan teknologi broadband lainnya.

Daftar Pustaka

Ø www.wimaxforum.com

Ø Materi presentasi WiMAX dari Alvarion dan www.alvarion.com

Ø www.airspan.com dan materi presentasinya

Ø Standar WiMAX (IEEE 802.16 2004)

Ø Standard System WiMAX, Telkom RisTI

Ø Berbagai sumber di Internet

Ø Kajian Teknis dan Bisnis WiMAX, TELKOMRisTI

Disclaimer: Isi diluar tanggung jawab Redaksi

SEJARAH KOMPUTER (artikel 5)

February 13, 2009 by iyepdago


v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}

st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} h2 {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-link:”Heading 2 Char”; mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0in; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0in; mso-pagination:widow-orphan; mso-outline-level:2; font-size:18.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; font-weight:bold;} h4 {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-link:”Heading 4 Char”; mso-style-next:Normal; margin-top:12.0pt; margin-right:0in; margin-bottom:3.0pt; margin-left:0in; mso-pagination:widow-orphan; page-break-after:avoid; mso-outline-level:4; font-size:14.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; font-weight:bold;} a:link, span.MsoHyperlink {mso-style-unhide:no; color:blue; text-decoration:underline; text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed {mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; color:purple; mso-themecolor:followedhyperlink; text-decoration:underline; text-underline:single;} p {mso-style-unhide:no; mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0in; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0in; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} span.Heading2Char {mso-style-name:”Heading 2 Char”; mso-style-unhide:no; mso-style-locked:yes; mso-style-link:”Heading 2″; mso-ansi-font-size:18.0pt; mso-bidi-font-size:18.0pt; font-weight:bold;} span.Heading4Char {mso-style-name:”Heading 4 Char”; mso-style-unhide:no; mso-style-locked:yes; mso-style-link:”Heading 4″; mso-ansi-font-size:14.0pt; mso-bidi-font-size:14.0pt; font-weight:bold;} p.postmeta, li.postmeta, div.postmeta {mso-style-name:postmeta; mso-style-unhide:no; mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0in; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0in; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} span.mw-headline {mso-style-name:mw-headline; mso-style-unhide:no;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section

Sejarah Komputer

Komputer yang kita temui saat ini adalah suatu evolusi panjang dari penemuan-penemuan manusia sejah dahulu kala berupa alat mekanik maupun elektronik. Bagaimanapun juga alat pengolah data dari sejak jaman purba sampai saat ini bisa kita golongkan ke dalam 4 golongan besar.
1. Peralatan manual: yaitu peralatan pengolahan data yang sangat sederhana, dan faktor terpenting dalam pemakaian alat adalah menggunakan tenaga tangan manusia
2. Peralatan Mekanik: yaitu peralatan yang sudah berbentuk mekanik yang digerakkan dengan tangan secara manual
3. Peralatan Mekanik Elektronik: Peralatan mekanik yang digerakkan oleh secara otomatis oleh motor elektronik
4. Peralatan Elektronik: Peralatan yang bekerjanya secara elektronik penuh

ALAT HITUNG TRADISIONAL dan KALKULATOR MEKANIK

Pada tahun 1642, Blaise Pascal (1623-1662), yang pada waktu itu berumur 18 tahun, menemukan apa yang ia sebut sebagai kalkulator roda numerik (numerical wheel calculator).
Alat ini merupakan alat penghitung bilangan berbasis sepuluh. Kelemahan alat ini adalah hanya terbataas untuk melakukan penjumlahan. Tahun 1694, seorang matematikawan dan filsuf Jerman, Gottfred Wilhem von Leibniz (1646-1716) memperbaiki Pascaline dengan membuat mesin yang dapat mengalikan.
Barulah pada tahun 1820, kalkulator mekanik mulai populer. Charles Xavier Thomas de Colmar menemukan mesin yang dapat melakukan empat fungsi aritmatik dasar. Kalkulator mekanik Colmar, arithometer, dan dapat melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.
Pada tahun 1822 Babbage, menemukan suatu mesin untuk melakukan perhitungan persamaan differensil. Mesin tersebut dinamakan Mesin Differensial. Babbage terinspirasi untuk memulai membuat komputer general-purpose yang pertama, yang disebut Analytical Engine.
Alat tersebut menggambarkan elemen dasar dari sebuah komputer modern dan juga mengungkapkan sebuah konsep penting. Terdiri dari sekitar 50.000 komponen, desain dasar dari Analytical Engine menggunakan kartu-kartu perforasi (berlubang-lubang) yang berisi instruksi operasi bagi mesin tersebut. Pada 1889, Herman Hollerith (1860-1929) juga menerapkan prinsip kartu perforasi untuk melakukan penghitungan.

KOMPUTER GENERASI PERTAMA

Dengan terjadinya Perang Dunia Kedua, negara-negara yang terlibat dalam perang tersebut berusaha mengembangkan komputer untuk mengeksploit potensi strategis yang dimiliki komputer. Hal ini meningkatkan pendanaan pengembangan komputer serta mempercepat kemajuan teknik komputer. Pada tahun 1941, Konrad Zuse, seorang insinyur Jerman membangun sebuah komputer, Z3, untuk mendesain pesawat terbang dan peluru kendali
Pihak sekutu juga membuat kemajuan lain dalam pengembangan kekuatan komputer. Tahun 1943, pihak Inggris menyelesaikan komputer pemecah kode rahasia yang dinamakan Colossus untuk memecahkan kode-rahasia yang digunakan Jerman. Dampak pembuatan Colossus tidak terlalu mempengaruhi perkembangan industri komputer dikarenakan dua alasan. Pertama, colossus bukan merupakan komputer serbaguna (general-purpose computer), ia hanya didesain untuk memecahkan kode rahasia. Kedua, keberadaan mesin ini dijaga kerahasiaannya hingga satu dekade setelah perang berakhir.
Usaha yang dilakukan oleh pihak Amerika pada saat itu menghasilkan suatu kemajuan lain. Howard H. Aiken (1900-1973), seorang insinyur Harvard yang bekerja dengan IBM, berhasil memproduksi kalkulator elektronik untuk US Navy. Kalkulator tersebut berukuran panjang setengah lapangan bola kaki. The Harvd-IBM Automatic Sequence Controlled Calculator, atau Mark I, merupakan komputer relai elektronik. Kalkulator tersebut dapat melakukan perhitungan aritmatik dasar dan persamaan yang lebih kompleks.
Perkembangan komputer lain pada masa kini adalah Electronic Numerical Integrator and Computer (ENIAC), yang dibuat oleh kerjasama antara pemerintah Amerika Serikat dan University of Pennsylvania. Terdiri dari tabung vakum dan resistor.
Komputer ini dirancang oleh John Presper Eckert (1919-1995) dn John W. Mauchly (1907-1980), ENIAC merupakan komputer serbaguna (general purpose computer) yang bekerja 1000 kali lebih cepat dibandingkan Mark I. Pada pertengahan 1940-an, John von Neumann (1903-1957) bergabung dengan tim University of Pennsylvania dalam usaha membangun konsep desain komputer yang hingga 40 tahun mendatang masih dipakai dalam teknik komputer. Von Neumann mendesain Electronic Discrete Variable Automatic Computer(EDVAC) pada tahun 1945 dengan sebuh memori untuk menampung baik program ataupun data. Teknik ini memungkinkan komputer untuk berhenti pada suatu saat dan kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali. Kunci utama arsitektur von Neumann adalah unit pemrosesan sentral (CPU), yang memungkinkan seluruh fungsi komputer untuk dikoordinasikan melalui satu sumber tunggal. Tahun 1951, UNIVAC I (Universal Automatic Computer I) yang dibuat oleh Remington Rand, menjadi komputer komersial pertama yang memanfaatkan model arsitektur von Neumann tersebut.
Komputer Generasi pertama dikarakteristik dengan fakta bahwa instruksi operasi dibuat secara spesifik untuk suatu tugas tertentu. Setiap komputer memiliki program kode-biner yang berbeda yang disebut “bahasa mesin” (machine language). Hal ini menyebabkan komputer sulit untuk diprogram dan membatasi kecepatannya.
Ciri lain komputer generasi pertama adalah penggunaan tube vakum (yang membuat komputer pada masa tersebut berukuran sangat besar) dn silinder magnetik untuk penyimpanan data.

KOMPUTER GENERASI KEDUA

Pada tahun 1948, penemuan transistor sangat mempengaruhi perkembangan komputer. Transistor menggantikan tube vakum di televisi, radio, dan komputer. Akibatnya, ukuran mesin-mesin elektrik berkurang drastis.
Transistor mulai digunakan di dalam komputer mulai pada tahun 1956. Penemuan lain yang berupa pengembangan memori inti-magnetik membantu pengembangan komputer generasi kedua yang lebih kecil, lebih cepat, lebih dapat diandalkan, dan lebih hemat energi dibanding para pendahulunya. Mesin pertama yang memanfaatkan teknologi baru ini adalah superkomputer. IBM membuat superkomputer bernama Stretch, dan Sprery-Rand membuat komputer bernama LARC. Komputer generasi kedua menggantikan bahasa mesin dengan bahasa assembly. Bahasa assembly adalah bahasa yang menggunakan singkatan-singakatan untuk menggantikan kode biner.
Pada awal 1960-an, mulai bermunculan komputer generasi kedua yang sukses di bidang bisnis, di universitas, dan di pemerintahan. Komputer-komputer generasi kedua ini merupakan komputer yang sepenuhnya menggunakan transistor. Mereka juga memiliki komponen-komponen yang dapat diasosiasikan dengan komputer pada saat ini: printer, penyimpanan dalam disket, memory, sistem operasi, dan program.
Salah satu contoh penting komputer pada masa ini adalah IBM 1401 yang diterima secaa luas di kalangan industri. Pada tahun 1965, hampir seluruh bisnis-bisnis besar menggunakan komputer generasi kedua untuk memproses informasi keuangan. Program yang tersimpan di dalam komputer dan bahasa pemrograman yang ada di dalamnya memberikan fleksibilitas kepada komputer. Fleksibilitas ini meningkatkan kinerja dengan harga yang pantas bagi penggunaan bisnis. Dengan konsep ini, komputer dapa tmencetak faktur pembelian konsumen dan kemudian menjalankan desain produk atau menghitung daftar gaji. Beberapa bahasa pemrograman mulai bermunculan pada saat itu. Bahasa pemrograman Common Business-Oriented Language (COBOL) dan Formula Translator (FORTRAN) mulai umum digunakan. Bahasa pemrograman ini menggantikan kode mesin yang rumit dengan kata-kata, kalimat, dan formula matematika yang lebih mudah dipahami oleh manusia. Hal ini memudahkan seseorang untuk memprogram dan mengatur komputer. Berbagai macam karir baru bermunculan (programmer, analyst, dan ahli sistem komputer). Industri piranti lunak juga mulai bermunculan dan berkembang pada masa komputer generasi kedua ini.

KOMPUTER GENERASI KETIGA

Walaupun transistor dalam banyak hal mengungguli tube vakum, namun transistor menghasilkan panas yang cukup besar, yang dapat berpotensi merusak bagian-bagian internal komputer. Batu kuarsa (quartz rock) menghilangkan masalah ini. Jack Kilby, seorang insinyur di Texas Instrument, mengembangkan sirkuit terintegrasi (IC : integrated circuit) di tahun 1958. IC mengkombinasikan tiga komponen elektronik dalam sebuah piringan silikon kecil yang terbuat dari pasir kuarsa. Pada ilmuwan kemudian berhasil memasukkan lebih banyak komponen-komponen ke dalam suatu chip tunggal yang disebut semikonduktor. Hasilnya, komputer menjadi semakin kecil karena komponenkomponen dapat dipadatkan dalam chip. Kemajuan komputer generasi ketiga lainnya adalah penggunaan sistem operasi (operating system) yang memungkinkan mesin untuk menjalankan berbagai program yang berbeda secara serentak dengan sebuah program utama yang memonitor dan mengkoordinasi memori komputer.

KOMPUTER GENERASI KEEMPAT

Setelah IC, tujuan pengembangan menjadi lebih jelas: mengecilkan ukuran sirkuit dan komponenkomponen elektrik. Large Scale Integration (LSI) dapat memuat ratusan komponen dalam sebuah chip. Pada tahun 1980-an, Very Large Scale Integration (VLSI) memuat ribuan komponen dalam sebuah chip tunggal.
Ultra-Large Scale Integration (ULSI) meningkatkan jumlah tersebut menjadi jutaan. Kemampuan untuk memasang sedemikian banyak komponen dalam suatu keping yang berukurang setengah keping uang logam mendorong turunnya harga dan ukuran komputer. Hal tersebut juga meningkatkan daya kerja, efisiensi dan keterandalan komputer. Chip Intel 4004 yang dibuat pada tahun 1971 membawa kemajuan pada IC dengan meletakkan seluruh komponen dari sebuah komputer (central processing unit, memori, dan kendali input/output) dalam sebuah chip yang sangat kecil. Sebelumnya, IC dibuat untuk mengerjakan suatu tugas tertentu yang spesifik. Sekarang, sebuah mikroprosesor dapat diproduksi dan kemudian diprogram untuk memenuhi seluruh kebutuhan yang diinginkan. Tidak lama kemudian, setiap perangkat rumah tangga seperti microwave oven, televisi, dn mobil dengan electronic fuel injection dilengkapi dengan mikroprosesor. Perkembangan yang demikian memungkinkan orang-orang biasa untuk menggunakan komputer biasa. Komputer tidak lagi menjadi dominasi perusahaan-perusahaan besar atau lembaga pemerintah. Pada pertengahan tahun 1970-an, perakit komputer menawarkan produk komputer mereka ke masyarakat umum. Komputer-komputer ini, yang disebut minikomputer, dijual dengan paket piranti lunak yang mudah digunakan oleh kalangan awam. Piranti lunak yang paling populer pada saat itu adalah program word processing dan spreadsheet. Pada awal 1980-an, video game seperti Atari 2600 menarik perhatian konsumen pada komputer rumahan yang lebih canggih dan dapat diprogram.
Pada tahun 1981, IBM memperkenalkan penggunaan Personal Computer (PC) untuk penggunaan di rumah, kantor, dan sekolah. Jumlah PC yang digunakan melonjak dari 2 juta unit di tahun 1981 menjadi 5,5 juta unit di tahun 1982. Sepuluh tahun kemudian, 65 juta PC digunakan. Komputer melanjutkan evolusinya menuju ukuran yang lebih kecil, dari komputer yang berada di atas meja (desktop computer) menjadi komputer yang dapat dimasukkan ke dalam tas (laptop), atau bahkan komputer yang dapat digenggam (palmtop).

Sistem Operasi

Sistem operasi ialah semacam gabungan dari potongan kode yang berguna. Ketika semacam kode komputer dapat dipakai secara bersama oleh beraneka-macam program komputer, setelah bertahun-tahun, programer akhirnya menmindahkannya ke dalam sistem operasi.

Sistem operasi, menentukan program yang mana dijalankan, kapan, dan alat yang mana (seperti memori atau I/O) yang mereka gunakan. Sistem operasi juga memberikan servis kepada program lain, seperti kode (driver) yang membolehkan programer untuk menulis program untuk suatu mesin tanpa perlu mengetahui detail dari semua alat elektronik yang terhubung.

Penggunaan Komputer

Komputer digital pertama, dengan ukuran dan biaya yang besar, sebagian besar mengerjakan perhitungan ilmiah. ENIAC, komputer awal AS semula didesain untuk memperhitungkan tabel ilmu balistik untuk persenjataan (artileri), menghitung kerapatan penampang neutron untuk melihat jika bom hidrogen akan bekerja dengan semestinya (perhitungan ini, yang dilakukan pada Desember 1945 sampai Januari 1946 dan melibatkan dala dalam lebih dari satu juta kartu punch, memperlihatkan bentuk lalu di bawah pertimbangan akan gagal). CSIR Mk I, komputer pertama Australia, mengevaluasi pola curah hujan untuk tempat penampungan dari Snowy Mountains, suatu proyek pembangkitan hidroelektrik besar. Yang lainnya juga dipakai dalam kriptanalisis, misalnya komputer elektronik digital yang pertama, Colossus, dibuat selama Perang Dunia II. Akan tetapi, visionaris awal juga menyangka bahwa pemrograman itu akan membolehkan main catur, memindahkan gambar dan penggunaan lain.

Orang-orang di pemerintah dan perusahaan besar juga memakai komputer untuk mengotomasikan banyak koleksi data dan mengerjakan tugas yang sebelumnya dikerjakan oleh manusia – misalnya, memelihara dan memperbarui rekening dan inventaris. Dalam bidang pendidikan, ilmuwan di berbagai bidang mulai memakai komputer untuk analisa mereka sendiri. Penurunan harga komputer membuat mereka dapat dipakai oleh organisasi yang lebih kecil. Bisnis, organisasi, dan pemerintah sering menggunakan amat banyak komputer kecil untuk menyelesaikan tugas bahwa dulunya dilakukan oleh komputer kerangka utama yang mahal dan besar. Kumpulan komputer yang lebih kecil di satu lokasi diserahkan ke sebagai perkebunan server.

Dengan penemuan mikroprosesor di 1970-an, menjadi mungkin menghasilkan komputer yang sangat murah. PC menjadi populer untuk banyak tugas, termasuk menyimpan buku, menulis dan mencetak dokumen. Perhitungan meramalkan dan lain berulang matematika dengan spreadsheet, berhubungan dengan e-pos dan, Internet. Namun, ketersediaan luas komputer dan mudah customization sudah melihat mereka dipakai untuk banyak maksud lain.

Sekaligus, komputer kecil, biasanya dengan mengatur memprogram, mulai menemukan cara mereka ke dalam alat lain seperti peralatan rumah, mobil, pesawat terbang, dan perlengkapan industri. Yang ini prosesor benam menguasai kelakuan alat seperti itu yang lebih mudah, membolehkan kelakuan kontrol yang lebih kompleks (untuk kejadian, perkembangan anti-kunci rem di mobil). Saat abad kedua puluh satu dimulai, kebanyakan alat listrik, kebanyakan bentuk angkutan bertenaga, dan kebanyakan batas produksi pabrik dikuasai di samping komputer. Kebanyakan insinyur meramalkan bahwa ini cenderung kepada akan terus.

Kata “Komputer”

Selama bertahun-tahun sudah ada beberapa arti yang agak berbeda pada kata ‘komputer’, dan beberapa kata berbeda untuk hal kami sekarang biasanya disebut komputer.

Misalnya “computer” secara umum pernah dipergunakan untuk bermaksud orang memperkerjakan untuk melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa mesin membantu. Menurut Barnhart Concise Dictionary of Etymology, kata tersebut digunakan dalam bahasa Inggris pada tahun 1646 sebagai kata bagi “orang yang menghitung” dan lalu menjelang 1897 juga untuk “alat hitung mekanis”. Selama Perang Dunia II kata tersebut menunjuk kepada para pekerja wanita AS dan Inggris yang pekerjaannya memperhitungkan jalan artileri perang besar dengan mesin seperti itu.

Charles Babbage mendesain salah satu mesin menghitung pertama disebut Mesin Analitikal, tetapi karena masalah teknologi tidak dibuat seumur hidupnya. Berbagai alat mesin yang sederhana seperti slide rule baik juga sudah menyebut komputer. Di beberapa kasus mereka diserahkan ke sebagai “komputer analog”, sewaktu mereka melambangkan nomor oleh continuous kuantitas-kuantitas fisik daripada di samping digit biner yang berlainan. Apa sekarang menyebut “komputer” saja secara umum pernah menyebut “komputer digital” untuk membedakan mereka dari alat lain ini (yang masih dipakai di bidang analog pengolahan tanda, misalnya).

In yang memikirkan kata lain untuk komputer, itu ialah harga mengamati bahwa di bahasa lain kata yang dipilih selalu tidak mempunyai arti harfiah sama sebagai kata Bahasa Inggris. Dalam Bahasa Perancis misalnya, kata ialah “ordinateur”, yang berarti kira-kira “organisator”, atau “memisahkan mesin”. Pada bahasa Spanyol digunakan kata “ordenador”, dengan arti sama, walaupun di beberapa negara mereka menggunakan anglicism computadora. Dalam Bahasa Italia, komputer ialah “calcolatore”, kalkulator, menekankannya computational menggunakan di balik yang logis seperti penyortiran. Dalam Bahasa Swedia, komputer dipanggil “dator” dari “data”. Atau paling tidak pada tahun 1950-an, mereka disebut “matematikmaskin” (mesin matematika). Dalam Bahasa Tionghoa, komputer dipanggil “dien nau” atau suatu “otak listrik”. Dalam Bahasa Inggris, kata lain dan frase sudah bekas, seperti “mesin pengolahan data”.

PEWRANGKAT LUNAK (artikel 6)

February 13, 2009 by iyepdago

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Wingdings; panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-charset:2; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} h2 {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-link:”Heading 2 Char”; mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0in; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0in; mso-pagination:widow-orphan; mso-outline-level:2; font-size:18.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; font-weight:bold;} a:link, span.MsoHyperlink {mso-style-unhide:no; color:blue; text-decoration:underline; text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed {mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; color:purple; mso-themecolor:followedhyperlink; text-decoration:underline; text-underline:single;} p {mso-style-unhide:no; mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0in; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0in; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} span.Heading2Char {mso-style-name:”Heading 2 Char”; mso-style-unhide:no; mso-style-locked:yes; mso-style-link:”Heading 2″; mso-ansi-font-size:18.0pt; mso-bidi-font-size:18.0pt; font-weight:bold;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:554702725; mso-list-template-ids:-2128451116;} @list l0:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:.5in; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in; mso-ansi-font-size:10.0pt; font-family:Symbol;} ol {margin-bottom:0in;} ul {margin-bottom:0in;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”,”serif”;}

Sejarah Perkembangan Perangkat Lunak

Kita ketahui, komputer membutuhkan data atau fakta, dimana data ini pada saat diinput akan diterjemahkan menjadi bilangan biner. Mesin komputer memproses fakta atau data menjadi suatu informasi yang berguna bagi penggunanya. Dengan Komputer diharapkan dapat meningkatkan hasil kerja dan memecahkan berbagai masalah. Sebelum menjadi informasi data tersebut diproses melalui hardware yang terletak pada CPU dengan menggunakan perangkat lunak. Perangkat lunak atau software adalah program dari komputer. Perangkat lunak adalah program yang berisi instruksi untuk melakukan proses pengolahan data. Saat ini, tingkat pemrosesan yang dikerjakan perangkat lunak bersifat machine-like (keinginan mesin) mulai berubah dengan sifat human-like (keinginan manusia). Di dalam teori informasi, disusun hirarki informasi, mulai dari data/ fakta, kemudian setelah proses seleksi dan pengurutan menjadi sesuatu yang berguna menjadi informasi. Informasi yang di susun secara sistematis dengan suatu alur logika tertentu menjadi knowledge (pengetahuan). Perangkat Keras tidak akan berfungsi tanpa adanya perangkat lunak begitu pula sebaliknya perangkat lunak tidak berfungsi tanpa adanya perangkat keras. Kedua perangkat tersebut memang saling berkaitan sehingga komputer dapat berfungsi dengan baik. Perkembangan teknologi terutama dalam perangkat keras terus diimbangi oleh perangkat lunaknya sehingga penggunaan komputer lebih maksimal. Kemampuan komputer dirasakan sangat berkaitan dengan perangkat keras dan perangkat lunaknya, maka dari itu diperlukan perangkat lunak yang benar-benar mendukung perangkat kerasnya.Bentuk paling sederhana dari perangkat lunak, menggunakan aljabar Boolean, yang di representasikan sebagai binary digit (bit), yaitu 1 (benar) atau 0 (salah), cara ini sudah pasti sangat menyulitkan, sehingga orang mulai mengelompokkan bit tersebut menjadi nible (4 bit), byte (8 bit), word (16 bit), double word (32 bit). Kelompok-kelompok bit ini di susun ke dalam struktur instruksi seperti penyimpanan, transfer, operasi aritmatika, operasi logika, dan bentuk bit ini di ubah menjadi kode-kode yang di kenal sebagai assembler. Kode-kode mesin sendiri masih cukup menyulitkan karena tuntutan untuk dapat menghapal kode tersebut dan format (aturan) penulisannya yang cukup membingungkan, dari masalah ini kemudian lahir bahasa pemrograman tingkat tinggi yang seperti bahasa manusia (bahasa Inggris). Saat ini pembuatan perangkat lunak sudah menjadi suatu proses produksi yang sangat kompleks, dengan urutan proses yang panjang dengan melibatkan puluhan bahkan ratusan orang dalam pembuatannya. Berdasarkan perkembangannya perangkat lunak sampai dengan sekarang dibagi menjadi beberapa era yaitu :

  • Era Pemula (Pioneer) Bentuk perangkat lunak pada awalnya adalah sambungan-sambungan kabel ke antar bagian dalam komputer, Cara dalam mengakses komputer adalah menggunakan punched card yaitu kartu yang di lubangi. Penggunaan komputer saat itu masih dilakukan secara langsung, sebuah program untuk sebuah mesin untuk tujuan tertentu. Pada era ini, perangkat lunak merupakan satu kesatuan dengan perangkat kerasnya. Penggunaan komputer dilakukan secara langsung dan hasil yang selesai di kerjakan komputer berupa print out. Proses yang di lakukan di dalam komputer berupa baris instruksi yang secara berurutan di proses.
  • Era Stabil Pada era stabil penggunaan komputer sudah banyak di gunakan, tidak hanya oleh kalangan peneliti dan akademi saja, tetapi juga oleh kalangan industri / perusahaan. Perusahaan perangkat lunak bermunculan, dan sebuah perangkat lunak dapat menjalankan beberapa fungsi, dari ini perangkat lunak mulai bergeser menjadi sebuah produk. Baris-baris perintah perangkat lunak yang di jalankan oleh komputer bukan lagi satu-satu, tapi sudah seperti banyak proses yang di lakukan secara serempak (multi tasking). Sebuah perangkat lunak mampu menyelesaikan banyak pengguna (multi user) secara cepat/langsung (real time). Pada era ini mulai di kenal sistem basis data, yang memisahkan antara program (pemroses) dengan data (yang di proses).
  • Era Mikro Sejalan dengan semakin luasnya PC dan jaringan komputer di era ini, perangkat lunak juga berkembang untuk memenuhi kebutuhan perorangan. Perangkat lunak dapat di bedakan menjadi perangkat lunak sistem yang bertugas menangani internal dan perangkat lunak aplikasi yang di gunakan secara langsung oleh penggunanya untuk keperluan tertentu. Automatisasi yang ada di dalam perangkat lunak mengarah ke suatu jenis kecerdasan buatan.
  • Era Modern Saat ini perangkat lunak sudah terdapat di mana-mana, tidak hanya pada sebuah superkomputer dengan 25 processor-nya, sebuah komputer genggampun telah di lengkapi dengan perangkat lunak yang dapat di sinkronkan dengan PC. Tidak hanya komputer, bahkan peralatan seperti telepon, TV, hingga ke mesin cuci, AC dan microwave, telah di tanamkan perangkat lunak untuk mengatur operasi peralatan itu. Dan yang hebatnya lagi adalah setiap peralatan itu akan mengarah pada suatu saat kelak akan dapat saling terhubung. Pembuatan sebuah perangkat lunak bukan lagi pekerjaan segelentir orang, tetapi telah menjadi pekerjaan banyak orang, dengan beberapa tahapan proses yang melibatkan berbagai disiplin ilmu dalam perancangannya. Tingkat kecerdasan yang ditunjukkan oleh perangkat lunak pun semakin meningkat, selain permasalahan teknis, perangkat lunak sekarang mulai bisa mengenal suara dan gambar.

Posted in ICT For High School

SETTING 3G,GPRS,MMS,WAP. (artikel 9)

February 13, 2009 by iyepdago

BAHASA PEMROGRAMAN (artikel 8)

February 13, 2009 by iyepdago

BASIC
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
BASIC, adalah singkatan dari Beginners’ All-purpose Symbolic Instruction Code adalah sebuah kelompok bahasa pemrograman tingkat tinggi. Secara harfiah, BASIC memiliki arti “kode instruksi simbolis semua tujuan yang dapat digunakan oleh para pemula”. Memang, istilah “Bahasa BASIC” di sini juga bisa diartikan menjadi bahasa untuk pemula, atau dengan kata lain, disebut sebagai bahasa dasar, tapi hal tersebut dirasa kurang tepat, mengingat BASIC dapat juga digunakan oleh para pemrogram ahli.
BASIC pertama kali dikembangkan pada tahun 1963 oleh John George Kemeny dan Thomas Eugene Kurtz yang berasal dari Dartmouth College, untuk mengizinkan akses terhadap komputer bagi para mahasiswa jurusan selain jurusan ilmu eksakta. Pada waktu itu, hampir semua komputer membutuhkan perangkat lunak, dan waktu itu belum ada perangkat lunak yang dijual secara bebas, sehingga hanya orang-orang tertentulah yang dapat menggunakan komputer, yakni para matematikawan dan ilmuwan, karena mereka dapat membangun perangkat lunak sendiri. Bahasa BASIC, setelah diciptakan menjadi menjamur dan banyak dimodifikasi. Bahasa BASIC menjadi bahasa yang paling populer digunakan pada komputer mikro pada akhir tahun 1970-an dan komputer rumahan pada tahun 1980-an. Dan hingga saat ini, menjadi bahasa yang dialeknya beberapa kali berevolusi.
Sejarah
Sebelum pertengahan tahun 1960-an, komputer merupakan barang yang sangat mahal dan hanya digunakan untuk tugas-tugas tujuan khusus. Pada saat itu, jenis pemrosesan yang dapat dilakukan adalah batch processing, yang artinya komputer hanya dapat melakukan pemrosesan satu pekerjaan pada satu waktu, dan pekerjaan lainnya akan dilakukan setelah pekerjaan lainnya selesai. Akan tetapi, selama tahun 1960-an, muncullah komputer yang lebih cepat dan lebih terjangkau. Dengan kemampuan pemrosesan yang lebih kuat ini, komputer pun kadang-kadang “menganggur”, tanpa ada pekerjaan yang ia lakukan sama sekali. Bahasa pemrograman di dalam era batch programming pun didesain untuk tujuan-tujuan khusus, seperti halnya mesin di mana mereka berjalan, seperti halnya kalkulasi formula ilmiah atau pemrosesan data bisnis atau hanya untuk penyuntingan teks.
Seiring dengan turunnya harga komputer, penggunaan komputer pun tidak lagi terbatas pada riset-riset ilmiah dan militer, tetapi merambah kepada penggunaan komersial. Sistem-sitem komputer yang lebih baru mendukung konsep time-sharing, sebuah cara di mana sebuah sistem mengizinkan beberapa pengguna atau proses untuk menggunakan CPU dan memori. Dalam sistem tersebut, sistem operasi akan menggilir proses-proses yang sedang berjalan, dan mengizinkan setiap proses untuk dijalankan oleh CPU (serta disimpan di dalam memori), sebelum pindah ke proses selanjutnya. Mesin-mesin tersebut telah menjadi cukup cepat sehingga kebanyakan pengguna saat itu dapat merasakan seolah-olah mereka menggunakan mesin tersebut hanya untuk sendiri. Secara teori, time-sharing mampu mengurangi biaya komputasi secara signifikan, mengingat sebuah mesin dapat digunakan oleh beberapa pengguna, bahkan ada yang mencapai angka ratusan pengguna.
Era komputer mini
Bahasa BASIC yang asli didesain pada tahun 1963 oleh John Kemeny dan Thomas Kurtz dan diimplementasikan oleh sekelompok siswa di Dartmouth College di bawah arahan mereka berdua. BASIC didesain untuk para siswa agar mereka dapat menulis program untuk Dartmouth Time-Sharing System. Bahasa tersebut didesain untuk mengatasi masalah kerumitan yang terjadi pada bahasa-bahasa pemrograman yang sudah lama, dengan sebuah desain bahasa yang baru yang memang dikhususkan untuk kelas baru yang di dalamnya terdapat para pengguna mesin tersebut, yakni para pengguna yang kurang begitu memahami masalah keteknikan dan juga tidak memiliki latar belakang matematika, dan kurang berminat untuk menekuni bidang matematika. Dengan menggunakan komputer untuk mendukung proses pengajaran dan riset ternyata menarik perhatian banyak kalangan. Pada beberapa tahun kemudian, seiring dengan munculnya beberapa dialek bahasa BASIC lainnya, dialek BASIC buatan Kemeny dan Kurtz dinamakan dengan Dartmouth BASIC.
Prinsip-prinsip yang digunakan dalam mendesain bahasa BASIC antara lain:
1. Dapat digunakan secara mudah bagi para pemula.
2. Dapat digunakan sebagai sebuah bahasa pemrograman untuk tujuan umum (general purpose)
3. Dapat ditambahi fitur-fitur tambahan dan tingkat lanjut untuk para ahli, tetapi tetap mempertahankan kesederhanaan bahasa untuk para pemula.
4. Harus interaktif.
5. Pesan-pesan kesalahan harus jelas dan mudah dipahami.
6. Merespons dengan cepat untuk program-program yang kecil.
7. Tidak harus membutuhkan pengetahuan dan pemahaman perangkat keras komputer.
8. Pengguna juga tidak harus tahu mengenai sistem operasi.
Bahasa BASIC sendiri sebagian dibuat dengan berdasar pada FORTRAN II dan sebagian lagi berdasar pada ALGOL 60, dengan adanya tambahan agari ia cocok digunakan untuk time-sharing. Sebelum ada BASIC, di Dartmouth College sudah terdapat DARSIMCO (1956), dan DOPE (implementasi yang dilakukan pada tahun 1962 terhadap SAP) serta DART (1963 yang merupakan FORTRAN II yang disederhanakan). Awalnya, BASIC difokuskan untuk mendukung beberapa pekerjaan matematika dengan dukugan aritmetika matriks dari mulai awal implementasinya sebagai bahasa yang bertumpuk (batch language) untuk kemudian dikembangkan pada tahun 1965 dengan dukungan fungsionalitas string.
BASIC pertama kali diimplementasikan dalam mainframe General Electrics GE-265 yang mendukung banyak terminal. Pada awal perkenalannya, BASIC merupakan bahasa yang dikompilasi, bukan bahasa yang diinterpretasikan, seperti yang dipercaya selama ini oleh banyak orang. BASIC juga sangat efisien, dengan mengalahkan FORTRAN II dan ALGOL 60 di mesin yang sama pada beberapa program matematika, seperti operasi Hukum Simpson.
Para pengembang bahasa BASIC memutuskan bahwa kompilator bahasa BASIC harus tersedia tanpa pungutan biaya sehingga bahasa BASIC dapat berkembang secara luas. Selain itu, mereka juga mendistribusikan BASIC ke sekolah-sekolah menengah atas di Dartmouth selain Dartmouth College, dan juga mempromosikannya. Hasilnya, pengetahuan tentang BASIC menjadi relatif meluas (untuk sebuah bahasa pemrograman), dan BASIC pun akhirnya diimplementasikan oleh banyak pengembang, sehingga menjadi sebuah bahasa pemrograman yang populer untuk komputer mini yang baru seperti seri Programmable Data Processor (PDP) milik Digital Equipment Corporation dan Nova milik Data General. Bahasa BASIC pun juga digunakan di dalam HP Time-Shared BASIC System pada tahun-tahun akhir 1960-an dan awal 1970-an. Pada komputer-komputer tersebut, bahasa BASIC cenderung diimplementasikan sebagai interpreter, bukannya sebagai kompilator.
Beberapa tahun setelah dirilis, beberapa profesional di bidang komputer, terutama Edsger W. Dijkstra, mengutarakan pendapat mereka mengenai penggunaan statemen GOTO, yang tersedia di dalam banyak bahasa pemrograman, termasuk di antaranya BASIC, ternyata membuat praktek pemrograman menjadi buruk[1]. Beberapa bahkan mengeluhkan bahwa bahasa BASIC terlalu lambat (sebagian besar versi BASIC yang diinterpretasikan memang jauh lebih lambat dibandingkan dengan versi yang dikompilasi) atau terlalu sederhana (beberapa versi, terutama untuk komputer-komputer dengan kemampuan yang kecil membuang banyak fitur dan kemampuan yang penting.
Era Komputer rumahan
Bahasa BASIC tidaklah serta-merta diakui sebagai bahasa yang populer, meski digunakan pada banyak komputer mini, tetapi saat Micro Instrumentation Telemetry System (MITS) merilis Altair 8800 pada tahun 1975 yang di dalamnya telah terdapat BASIC, BASIC mulai menunjukkan peningkatan yang signifikan. Sebagian besar bahasa pemrograman membutuhkan memori yang lebih besar daripada yang dapat dibeli oleh kebanyakan orang, mengingat memang harga memori saat itu sangatlah mahal. Dengan akses yang lambat yang ditawarkan oleh tape, dan tidak adanya editor teks yang cocok, sebuah bahasa pemrograman seperti BASIC yang dapat melewati beberapa batasan tersebut ternyata sangat menarik. BASIC juga memiliki keunggulan, yakni terkenal oleh para desainer yang memiliki minat terhadap komputer mikro. Usaha Kemeny dan Kurtz yang dilakukan pada awal-awal pengembangan BASIC pun berbuah hasil. Salah satu implementasi bahasa BASIC yang pertama kali muncul untuk mesin dengan mikroprosesor Intel 8080 seperti yang digunakan oleh Altair 8800 adalah Tiny BASIC, sebuah implementasi BASIC yang aslinya ditulis oleh Dr. Li-Chen Wang untuk kemudian ditulis ulang agar dapat berjalan di atas Altair oleh Dennis Allison berdasarkan permintaan dari Bob Albrecht (yang kemudian mendirikan Dr. Dobb’s Journal). Kode sumber secara penuh dan desain Tiny BASIC tersedia dan dipublikasikan pada tahun 1976 pada jurnal Dr. Dobb’s Journal.
Pada tahun 1975, MITS merilis Altair BASIC, yang dikembangkan oleh William Henry Gates III dan Paul Allen dari Micro-Soft. Versi Altair pertama kali dikembangkan secara bersama-sama oleh Gates, Allen dan Monte Davidoff. Versi Microsoft BASIC pun kemudian segera muncul di beberapa platform komputer mikro lainnya dengan dengan menggunakan lisensi, dan kemudian jutaan salinan pun terjual; Microsoft BASIC pun menjadi bahasa standar yang digunakan oleh komputer Apple II (yang menggunakan MPU Mostek 6502). Hingga tahun 1979, Microsoft pun berbicara dengan beberapa vendor komputer mikro, termasuk di antaranya adalah IBM, mengenai lisensi interpreter bahasa BASIC untuk komputer yang mereka bangun. Sebuah versi pun dimasukkan ke dalam chip ROM dalam IBM PC, sehingga komputer PC tanpa disket floppy akan dapat memulai langsung sesi pemrograman BASIC seperti halnya komputer mikro lainnya.
Beberapa perusahaan baru pun mencoba mengikuti jejak-jejak sukses MITS, IMSAI, North Star dan Apple sehingga membuat sebuah industri komputer rumahan sendiri; sementara itu, BASIC telah menjadi fitur standar dari semua komputer rumahan tapi sebagian kecil komputer rumahan memang tidak memilikinya. Sebagian besar komputer rumahan datang dengan interpreter bahasa BASIC di dalam ROM, sehingga pembelian disket yang cukup mahal pun menjadi tidak perlu dilakukan lagi. Beberapa saat kemudian, ternyata mesin yang menjalankan varian-varian BASIC di seluruh dunia sudah menjadi sangat banyak, bahkan jumlahnya lebih besar dibandingkan dengan pengguna semua bahasa pemrograman, meski semuanya digabungkan. Dialek yang digunakan oleh BASIC pada zaman ini juga sedikit berbeda dari satu implementasi dengan implementasi lainnya. Tetapi, sebagian besar komputer yang beredar pada tahun 1980-an memiliki interpreter bahasa BASIC yang disimpan di dalam ROM.
Kemudian BBC pun menerbitkan BBC BASIC, sebuah versi bahasa BASIC yang dikembangkan oleh Acorn Computers, Ltd untuk BBC, yang memasukkan beberapa peningkatan tambahan seperti halnya pembuatan struktur terhadap kata kunci, dan juga akses secara langsung terhadap sistem operasi. Selain itu, varian ini juga memiliki assembler yang terintegrasi. BBC BASIC memang diakui sebagai sebuah dialek BASIC yang bagus, dan kemudian lebih dari 30 platform lainnya selain komputer mikro BBC pun mengadopsinya.
Contoh progam
Berikut ini adalah contoh program yang ditulis dalam bahasa Visual BASIC
Private Sub Command1_Click()
Dim a, b As Integer
a = txt1.Text
b = txt2.Text
txt3.Text = a + b
txt4.Text = a / b
txt5.Text = a – b
txt6.Text = a * b
txt7.Text = a ^ b
End Sub

Private Sub Command2_Click()
txt1.Text = “”
txt2.Text = “”
txt3.Text = “”
txt4.Text = “”
txt5.Text = “”
txt6.Text = “”
txt7.Text = “”
End Sub

Private Sub Command3_Click()
End
End Sub
Implementasi
Berikut ini adalah beberapa implementasi BASIC:
• Dartmouth BASIC
• Tiny BASIC
• GW-BASIC
• Microsoft BASIC (MBasic)
• Microsoft Visual Basic (VB)
• Microsoft Visual Basic .NET (VB.NET)
• Microsoft QuickBasic (QBasic)
• DarkBasic
• Gambas
• Borland Turbo BASIC

HARTA KARUN (artikel 10)

February 13, 2009 by iyepdago

HARTA KARUN untuk SEMUA
>
> Oleh: Dewi Lestari
>
> Hari ini kiriman buku yang saya pesan dari
> Amazon.com datang. Ada satu buku yang langsung saya
> sambar dan baca seketika. Judulnya: “Stuff – The
> Secret Lives of Everyday Things”. Buku itu tipis,
> hanya 86 halaman, tapi informasi di dalamnya
> bercerita tentang perjalanan ribuan mil dari mana
> barang-barang kita berasal dan ke mana barang-barang
> kita berakhir.
>
> Dimulai sejak SD, saat saya pertama kali tahu bahwa
> plastik memakan waktu ratusan tahun untuk musnah,
> saya sering merenung: orang gila mana yang mencipta
> sesuatu yang tak musnah ratusan tahun tapi masa
> penggunaannya hanya dalam skala jam-bahkan detik?
> Bungkus permen yang hanya bertahan sepuluh detik di
> tangan, lalu masuk tong sampah, ditimbun di tanah
> dan baru hancur setelah si pemakan permen menjadi
> fosil.
>
> Sukar membayangkan apa jadinya hidup ini tanpa
> plastik, tanpa cat, tanpa deterjen, tanpa karet,
> tanpa mesin, tanpa bensin, tanpa fashion. Dan
> sebagai konsumen dalam sistem perdagangan modern,
> sejak kita lahir rantai pengetahuan tentang awal dan
> akhir dari segala sesuatu yang kita konsumsi telah
> diputus. Kita tidak tahu dan tidak dilatih untuk mau
> tahu ke mana kemasan styrofoam yang membungkus nasi
> rames kita pergi, berapa banyak pohon yang ditebang
> untuk koran yang kita baca setengah jam saja, beban
> polutan yang diemban baju-baju semusim yang kita
> beli membabi-buta.
>
> Untuk aktivitas harian yang kita lewatkan tanpa
> berpikir, yang terasa wajar-wajar saja, pernahkah
> kita berhitung bahwa untuk hidup 24 jam kita bisa
> menghabiskan sumber daya Bumi ini berkali-kali lipat
> berat tubuh kita sendiri?
>
> Untuk menyiram 200 cc air kencing, kita memakai 3
> liter air. Untuk
> mencuci secangkir kopi, kita butuh air sebaskom.
> Untuk memproduksi satu lapis daging burger yang
> mengenyangkan perut setengah hari dibutuhkan sekitar
> 2,400 liter air. Produksi satu set PC seberat 24 kg
> yang parkir di atas meja kerja kita menghasilkan 62
> kg limbah, memakai 27,594 liter air, dan mengonsumsi
> listrik 2,300 kwh. Bagaimana dengan chip kecil yang
> bekerja di dalamnya? Limbah yang dihasilkan untuk
> memproduksinya 4,500
> kali lipat lebih berat daripada berat chip itu
> sendiri.
>
> Mengetahui mata rantai tersembunyi ini bisa
> menimbulkan berbagai reaksi. Kita bisa frustrasi
> karena terjepit dalam ketergantungan gayahidup yang
> tak bisa dikompromi, kita bisa juga semakin apatis
> karena tidak mau pusing. Yang jelas, sesungguhnya
> ini adalah pengetahuan yang sudah saatnya dibuka.
> Pelajaran Ilmu Alam, selain belajar penampang daun
> dan membedah jantung katak, dapat dibuat lebih
> empiris dengan mempelajari hulu dan hilir dari
> benda-benda yang kita konsumsi, sehingga tanggung
> jawab akan alam ini telah disosialisasikan sejak
> kecil.
>
> Pernahkah kita merenung, saat kita memasuki gedung
> FO empat lantai,
> Pasar Baru, atau berjalan-jalan ke Gasibu pada hari
> Minggu di mana ada lautan PKL: tidakkah semua baju
> dan barang-barang itu mampu memenuhi kecukupan
> penduduk satu kota? Tapi kenapa barang-barang ini
> tidak ada habisnya diproduksi? Setiap hari selalu
> ada jubelan pakaian baru yang menggelontori pasar.
> Pernahkah kita merenung, saat kita memasuki
> hypermarket dan melihat ratusan macam biskuit,
> ratusan varian mie instan, dan ratusan merk sabun:
> haruskah kita memiliki pilihan sebanyak itu?
>
> Pernahkah kita merenung, apa yang kita inginkan
> sesungguhnya jauh melebihi apa yang kita butuhkan?
>
> Atas nama kecukupan, satu manusia bisa hidup dengan
> limapasang baju dalam setahun, bahkan lebih. Atas
> nama fashion, jumlah itu menjadi tidak berbatas.
> Atas nama kebutuhan, satu manusia bisa hidup dengan
> beberapa pilihan panganan dalam sehari. Atas nama
> selera dan nafsu, seisi Bumi tidak akan sanggup
> memenuhi keinginan satu manusia.
>
> Permasalahan ini memang bisa dilihat dari berbagai
> kaca mata. Seorang ekonom mungkin akan menyalahkan
> sistem kapitalisme dan globalisasi. Seorang
> sosialis akan mengatakan ini masalah distribusi dan
> pemerataan. Tapi jika kita runut, satu demi satu,
> bahwa Bumi adalah kumpulan negara, negara adalah
> kumpulan kelompok, dan kelompok adalah kumpulan
> individu,
> permasalahan ini akan kembali ke pangkuan kita. Dan
> kesadaran serta kemauan kitalah yang pada akhirnya
> akan memungkinkan sebuah perubahan sejati.
>
> Belum pernah dalam sejarah kemanusiaan keputusan
> harian kita menjadi sangat menentukan. Tidak perlu
> menunggu Amerika menyepakati protocol Kyoto, tidak
> perlu juga menunggu penjarah hutan tertangkap,
> setiap langkah kita-memilih merk, kuantitas, tempat,
> gaya hidup-adalah pilihan politis dan ekologis yang
> menentukan masa depan seisi Bumi.
>
> Saya belum bisa mengorbankan komputer karena itulah
> instrumen saya bekerja, tapi saya bisa lebih awas
> dengan jam penggunaan dan mematikannya jika tidak
> perlu. Saya belum bisa mengorbankan kebutuhan akan
> informasi, tapi saya bisa memilih membaca berita
> lewat internet atau membaca koran di tempat publik
> ketimbang berlangganan langsung.
>
> Bagaimana dengan fashion?
> Di dunia citra ini, dengan profesi yang mengharuskan
> banyak tampil di muka publik, saya pun belum bisa
> mengorbankan keperluan fashion (baca: membeli busana
> lebih sering dari yang dibutuhkan), tapi saya bisa
> membuat komitmen dengan lemari pakaian, yakni baju
> yang saya miliki tidak boleh melebihi kapasitas
> lemari saya. Jika lebih, maka harus ada yang keluar.
> Dan setiap beberapa bulan saya dihadapkan pada
> kenyataan bahwa ada baju yang tidak saya pakai
> setahun lebih atau baju yang cuma sekali dipakai dan
> tak pernah lagi. Bukan cuma baju, ada juga buku,
> pernik rumah, alat dapur, bahkan sabun dan sampo
> yang utuh tak disentuh.
>
> Alhasil, dalam rumah saya ada semacam peti-peti
> ‘harta karun’, yang berisikan barang-barang yang
> harus keluar dari peredaran, karena jika
> dipertahankan hanya menjadi kelebihan tanpa lagi
> unsur manfaat. Harta karun ini lantas harus
> dicarikan lagi outlet untuk penyaluran.
>
> Pada waktu perayaan 17 Agustus, di kompleks saya
> diselenggarakan bazaar. Para warga menyewa stand
> untuk berjualan. Saya ikut berpartisipasi, dan
> sayalah satu-satunya penjual barang bekas di antara
> penjual barang-baru baru. Karena bukan demi cari
> untung, barang-barang itu saya lepas dengan
> harga sangat murah. Yang membeli bukan cuma warga
> kompleks, tapi juga dari kampung sekitar. Hari
> pertama, saya sudah kehabisan dagangan. Terpaksa
> saya mengontak saudara-saudara saya yang barangkali
> juga punya barang bekas untuk disalurkan. Sama
> dengan saya, mereka pun punya timbunan harta karun
> yang entah harus diapakan. Stand saya menjadi salah
> satu stand paling laris selama bazaar berlangsung.
> Dan kakak saya terkaget-kaget dengan penghasilan
> yang ia dapat dari tumpukan barang yang sudah
> dianggap sampah.
>
> Berjualan di bazaar tentu bukan satu-satunya jalan,
> ada aneka cara
> kreatif lain untuk memanfaatkan harta karun kita,
> termasuk juga
> disumbangkan. Namun yang lebih sukar adalah memulai
> membuat
> komitmen-komitmen pembatasan diri. Berkomitmen
> dengan rak buku, dengan lemari pakaian, dengan rak
> kamar mandi, dengan laci dapur, dan pada intinya…
> dengan diri sendiri. Siapkah kita menentukan batasan
> dan berjalan dalam koridor itu?
>
> Dan, yang lebih susah lagi, adalah pengendalian diri
> dari awal bersua aneka pilihan yang membombardir
> kita setiap hari, lalu sadar dan mawas akan rantai
> sebab-akibat yang menyertai pilihan kita. Membuka
> diri untuk info dan pengetahuan ekologi adalah salah
> satu cara pembekalan yang baik. Walaupun sekilas
> tampak merepotkan dan bikin frustrasi, tapi kantong
> kresek yang kita buang tadi pagi tidak akan hilang
> oleh sihir, dan hamburger yang kita makan tidak
> dipetik dari pohon. Rantai yang menyertai
> barang-barang itu tidak akan hilang hanya karena
> kita menolak tahu.
>
> Banyak orang yang berkomentar pada saya, “Aduh, Wi.
> Kamu bikin hidup tambah susah saja.” Dan mereka
> benar. Hidup ini tak mudah. Untuk itu kita justru
> harus belajar menghargai setiap jengkalnya. Memilih
> hidup yang lebih sederhana, hidup dengan tempo yang
> lebih pelan, hidup dengan pengasahan kesadaran, tak
> hanya membantu kita lebih eling dan terkendali, tapi
> juga membantu Bumi ini dan jutaan manusia yang
> dijadikan alas kaki oleh industri demi pemenuhan
> nafsu konsumsi kita sendiri.
>
> Lingkaran setan?
> Ya. Tapi tidak berarti kita tak sanggup
> berubah.Selama ini kita adalah pembeli yang berlari.
> Dalam kecepatan tinggi kita bertransaksi, sabet sana
> sabet sini, tanpa tahu lagi apa yang
> sesungguhnya kita cari.
>
> Berhentilah sejenak. Marilah kita berjalan. ***

ASCII (artikel 7)

February 13, 2009 by iyepdago

ASCII
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Berkas ASCII adalah sebuah berkas yang hanya mengandung teks-teks yang diformat dengan menggunakan pengkodean ASCII. Berkas ini hanya terdiri atas karakter, angka, tanda baca, tabulasi, dan karakter pemisah baris (carriage return). Dalam berkas ASCII, tidak ada pemformatan yang ekstensif seperti dalam dokumen Microsoft Word atau Rich Text Format, melainkan pemformatan yang digunakan hanyalah pemformatan standar yakni ASCII.
Pembuatan berkas ASCII
Dalam sistem operasi Windows, berkas ASCII ini dapat dibuat dengan menggunakan program Notepad atau editor teks lainnya. Jenis ekstensi yang digunakannya adalah .txt (default), .bat, .cmd, .ini, .inf, dan masih banyak lainnya. Sistem operasi lainnya juga mengimplementasikannya, tapi beberapa sistem operasi (utamanya adalah keluarga UNIX) tidak mengharuskan adanya ekstensi berkas seperti pada Windows. Normalnya, sebagian besar berkas dalam sistem operasi UNIX merupakan berkas ASCII, kecuali berkas yang dapat dieksekusi (program). Berkas ASCII umumnya digunakan sebagai berkas teks biasa, skrip, kode sumber sebuah program (source code sebuah bahasa pemrograman), berkas konfigurasi (terutama dalam keluarga sistem operasi UNIX), atau berkas teks lainnya. Bahkan, banyak juga orang yang membuat gambar dengan menggunakan berkas ASCII, yang sering disebut sebagai ASCII Art. Karena berkas ASCII mengandung teks yang tidak diformat, berkas tersebut dapat dipahami banyak sistem operasi, karena memang ASCII adalah sebuah standar internasional (Windows, Macintosh, dan UNIX mendukung sepenuhnya standar ini). Akibatnya, berkas tersebut dapat menjadi sangat berguna dalam rangka berbagi informasi antar platform atau aplikasi.